βPenurunan ini perlu dilihat dalam konteks dinamika penerimaan dan penggunaan devisa, termasuk pembayaran utang luar negeri pemerintah serta langkah stabilisasi nilai tukar oleh Bank Indonesia,β kata Amru.
Kendati mengalami penurunan, lanjutnya, posisi cadangan devisa masih relatif kuat karena setara dengan 5,3 bulan impor, atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Angka tersebut berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor, sehingga masih memberikan bantalan bagi Indonesia untuk memenuhi kewajiban eksternal dan menghadapi tekanan di pasar keuangan global.
βDengan demikian, penurunan cadev belum dapat diartikan secara langsung sebagai pelemahan fundamental ekonomi, meskipun perkembangannya tetap perlu dicermati untuk melihat kebutuhan intervensi dan ketahanan eksternal Indonesia,β ungkap Research and Development ICDX.