Melihat sentimen global, dolar AS masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi pergerakan rupiah. DXY sendiri sempat terkoreksi ke level 102,11 per Kamis (8/10), tetapi koreksi tersebut belum menunjukkan perubahan tren yang kuat karena dolar masih ditopang oleh kekhawatiran inflasi, kenaikan imbal hasil obligasi AS, serta ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.
Kenaikan harga minyak di tengah ketegangan geopolitik juga dianggap berpotensi menambah tekanan inflasi dan meningkatkan volatilitas pasar keuangan global.
βPergerakan rupiah selanjutnya akan bergantung pada arah dolar AS, arus modal asing, kebutuhan valuta asing di dalam negeri, serta respons pasar terhadap perkembangan kebijakan moneter global dan domestik,β ujar dia.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp17.884 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.890 per dolar AS.