NADIKABAR.COM — Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) pada Jumat (6/11) menyetujui pelaksanaan rights issue sebanyak-banyaknya 6,8 miliar saham Seri B.

Dana hasil rights issue tersebut akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus meningkatkan porsi kepemilikan saham publik (free float).

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa rights issue atau Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II merupakan langkah strategis bagi perseroan.

Langkah penguatan permodalan sekaligus peningkatan free float diharapkan dapat memperkuat fundamental bisnis BSI, memperluas partisipasi investor, serta meningkatkan daya saing Perseroan di industri perbankan dan pasar modal.

Menurut Anggoro, peningkatan free float merupakan langkah yang telah lama dinantikan pasar.

Dengan porsi free float saat ini sekitar 9,9 persen, peningkatan kepemilikan saham publik diharapkan dapat membuka peluang investasi yang lebih luas, termasuk bagi investor institusi dan global yang menjadikan tingkat free float sebagai salah satu pertimbangan dalam keputusan investasi.

Selain meningkatkan likuiditas perdagangan saham, langkah ini juga berpotensi memperkuat posisi BSI untuk memenuhi kriteria konstituen indeks saham global.