βPenguatan permodalan ini juga menjadi bagian dari langkah strategis BSI untuk menuju KBMI 4,β imbuh Anggoro.
Kebutuhan penguatan modal tersebut sejalan dengan proyeksi perkembangan bisnis BSI. Kebutuhan permodalan perseroan diproyeksikan meningkat dari Rp51,07 triliun pada 2026 menjadi Rp64,41 triliun pada 2027.
Sementara itu, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) diproyeksikan meningkat dari 20,38 persen menjadi 23,31 persen.
Penguatan kapasitas permodalan ini diharapkan dapat mendukung aspirasi BSI untuk masuk ke dalam kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 4.
Apabila tercapai, BSI akan menjadi satu-satunya bank syariah di Indonesia yang masuk dalam kelompok KBMI 4, sekaligus menandai tonggak penting dalam peningkatan skala usaha dan perkembangan industri perbankan syariah nasional.
Perseroan menyatakan terus memperkuat ekosistem keuangan syariah, meningkatkan kualitas layanan, dan memperluas penyaluran pembiayaan.
Dengan fundamental bisnis dan struktur permodalan yang semakin kuat, perseroan optimistis dapat menjaga pertumbuhan yang sehat, meningkatkan daya saing, serta memperbesar kontribusinya terhadap perekonomian nasional.