Menyinggung keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menangguhkan sanksi-sanksi utama terkait Rusia, Lavrov mengatakan Trump tidak membatalkan kebijakan tarif tersebut, tetapi mengisyaratkan bahwa penerapan bea masuk yang luas tidak sejalan dengan kepentingan AS saat ini.
"Apa yang mereka butuhkan saat ini adalah memastikan pasar energi global tidak terjerumus ke dalam krisis mendalam menjelang pemilihan umum. Oleh karena itu, mereka tidak keberatan jika pasokan bahan bakar diesel dari Rusia terus berlanjut," katanya.
Lavrov memperingatkan sikap AS bisa berubah di bawah pemerintahan mendatang, seraya mencatat bahwa presiden AS tidak terikat oleh keputusan pendahulunya.
Sebelumnya, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia berharap Witkoff dan Kushner dapat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam waktu dekat.
Peskov menyebutkan Kremlin berharap para utusan AS tersebut memberikan penjelasan kepada Putin mengenai kontak mereka dengan perwakilan Ukraina dan Eropa, serta melanjutkan diskusi antara Rusia dan AS.