NADIKABAR.COM — Rusia mengeluarkan larangan masuk bagi tujuh petinggi eksekusitf industri pertahanan Inggris, sembari menuduh perusahaan mereka memasok senjata serta teknologi militer Ukraina, demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia, Selasa (27/10).
Dalam pernyataan yang dirilis di situs resminya, Kemenlu Rusia menyatakan bahwa para eksekutif tersebut dimasukkan ke dalam daftar larangan masuk Rusia karena perusahaan mereka memasok senjata dan teknologi yang digunakan dalam serangan Ukraina jauh di dalam wilayah Rusia.
Tiga eksekutif di antaranya berasal dari Rotron Aerospace, yakni CEO Alex Head, penasihat militer utama Kev Oliver, dan ketua dewan direksi George Zambellas. Menurut Kemenlu Rusia, perusahaan tersebut terlibat dalam pengembangan proyek rudal jarak jauh Brakestop.
Empat orang lainnya adalah Robert Gascoyne, CEO MGI Engineering, yang juga terlibat dalam proyek Brakestop; Neil Appleton, CEO produsen drone Malloy Aeronautics; Paul Webb, direktur sekaligus salah satu pendiri produsen drone pengintai Tekever UK; serta Julian Cracknell, kepala teknologi dan informasi di BAE Systems.
Kemenlu Rusia menuduh Inggris memasok senjata dan teknologi rudal serta drone kepada Ukraina, dengan tujuan menimbulkan kerusakan maksimum terhadap Rusia.
Kementerian itu juga mengkritik prioritas belanja pertahanan pemerintah Inggris, seraya berargumen bahwa dana yang dialokasikan untuk kontraktor militer sebenarnya dapat dialihkan untuk mendukung sektor sipil Inggris di tengah tantangan ekonomi dan sosial dalam negeri.