NADIKABAR.COM — Rusia menyambut pengumuman dibentuknya Pakta Pertahanan Mekkah, kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.

"Kami menyambut pengumuman pembentukan struktur semacam itu. Kami meyakini tujuan yang dinyatakan oleh perhimpunan ini adalah mewujudkan stabilitas serta mendorong perdamaian dan kerja sama," kata Lavrov, Senin (19/10).

Lavrov mencatat bahwa sejumlah negara di Timur Tengah, termasuk negara-negara Arab, juga tertarik untuk bergabung dengan inisiatif tersebut.

"Jika pada suatu saat pimpinan Republik Islam Iran memutuskan bahwa menjalin hubungan dengan struktur ini dapat membantu memajukan tujuan perdamaian dan pembangunan secara bebas, kami akan menghormati pilihan sahabat kami tersebut,” katanya.

Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye menandatangani Pakta Mekkah pada 7 Agustus 2026. Dokumen tersebut menetapkan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu dari ketiga negara itu akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya.

Pakta itu juga mencakup perluasan kerja sama dan koordinasi militer serta proyek bersama di bidang industri pertahanan.

Pekan lalu, Turkiye dan Pakistan memutuskan untuk mendorong penerapan praktis kewajiban pertahanan kolektif serta memastikan pengerahan cepat pasukan dan aset militer yang telah disepakati ke Arab Saudi berdasarkan Pakta Mekkah.

Salah satu sumber dalam pemerintahan Turkiye kemudian mengatakan kepada RIA Novosti bahwa kemungkinan pengerahan pasukan Turki ke Arab Saudi harus melalui sejumlah prosedur hukum dan regulasi.

Hingga kini, jangka waktu spesifik untuk pengerahan tersebut belum ditentukan.