NADIKABAR.COM — Ukraina menuduh Rusia sengaja menargetkan warga sipil setelah 30 orang tewas ketika dua bus diledakkan di garis depan kota Kramatorsk. Serangan ini salah satu serangan paling mematikan dalam beberapa minggu terakhir.
Dilansir AFP, Jumat (9/10/2026), Presiden Volodymyr Zelensky bersumpah bahwa masalah ini "tidak akan dibiarkan begitu saja". Pihak berwenang mengunggah foto-foto menunjukkan kerangka logam kendaraan yang terbakar habis, dengan mayat dan puing-puing berserakan di jalan.
"Rusia sedang berusaha menghancurkan semua kehidupan di (wilayah) Donbas dan dunia harus merespons hal ini," tulis Zelensky di Telegram.
Zelensky mengatakan jumlah korban tewas bisa meningkat.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memperingatkan bahwa kebuntuan yang terjadi setelah hampir lima tahun pertempuran "sangat berbahaya" dan dapat menyebabkan eskalasi.
Pada Kamis malam, Zelensky mengatakan para perunding Ukraina akan berangkat ke Amerika Serikat untuk melakukan pembicaraan pada Jumat dan Sabtu dengan tim AS.
"Kami juga mengandalkan tim Eropa untuk bergabung dengan kelompok perundingan kami," kata Zelensky.
Serangan Kramatorsk terjadi hanya sehari setelah lima anak kecil termasuk di antara 22 orang yang tewas ketika sebuah rudal Rusia menghantam blok apartemen lima lantai di Pryluky, di wilayah utara Chernigiv.