Menurutnya, penguatan mental dan spiritual justru menjadi pelengkap bagi pasien yang sedang menghadapi persoalan kesehatan berat. Sebab, penyakit kronis tidak hanya memberikan dampak terhadap kondisi fisik, tetapi juga dapat memicu kecemasan, tekanan psikologis, hingga persoalan ekonomi.

"Saya tetap menempatkan tugas negara sebagai nomor satu. Saya melakukan terapi menolong orang sakit hanya ketika lepas dari jam dinas," tegas Rusmanto, yang telah mengabdi lebih dari dua dekade di institusi kepolisian.

Selama berada di Indramayu, Rusmanto juga dikenal aktif dalam sejumlah kegiatan sosial. Ia pernah terlibat dalam penemuan situs kuno Sambimaya pada 2019.

Pada awal 2026, ia juga tercatat menginisiasi pengerahan ekskavator menggunakan dana pribadi untuk membantu penanganan banjir di Perumahan Margalaksana.

Perjalanan Tri memperlihatkan bahwa hidup dengan penyakit berat bukan berarti harus berhenti melangkah. Di tengah rutinitas cuci darah yang masih harus dijalani, ia kembali menemukan ruang untuk berkarya, bersosialisasi, dan membangun penghasilan.

Bagi Tri, bangkit bukan berarti penyakitnya telah hilang. Bangkit adalah ketika ia kembali mampu menjalani hidup dengan lebih mandiri dan tidak membiarkan keterbatasan menentukan seluruh masa depannya.