NADIKABAR.COM — Warga dan pengurus RW 12, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, mengikuti verifikasi tingkat nasional Program Kampung Iklim (ProKlim) kategori Trophy Utama setelah lolos seleksi berjenjang dari tingkat kota hingga provinsi.
“Kami telah menjelaskan berbagai program lingkungan di wilayah, yang telah dijalankan secara konsisten, bukan hanya untuk kepentingan penilaian semata,” kata Ketua RW 12 Kelapa Gading Barat Masnur Suryadi di Jakarta, Senin.
Dia mengatakan lingkungan tersebut memang sudah ditata dan rawat setiap hari, sehingga tidak ada persiapan mendadak. Semua bergerak bersama, mulai dari pengurus hingga warga.
Menurut dia, upaya adaptasi terhadap perubahan iklim dilakukan melalui penyediaan tiga penampung air hujan berkapasitas masing-masing 500 liter, dua sumur resapan, serta 26 lubang biopori.
“Air tampungan tersebut juga dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan urban farming warga,” ujar Masnur.
Selain itu, kata dia, berbagai inovasi lain turut dikembangkan, di antaranya pengelolaan maggot, pembuatan eco enzyme, kolam gizi, serta pengomposan.
Terkait upaya mitigasi, pihaknya telah memanfaatkan 20 panel surya, meningkatkan tutupan vegetasi, serta menjalankan Gerakan Pemilahan Sampah (GPS).
“Kami juga mengembangkan Edu Trip untuk anak-anak sekolah agar mereka belajar langsung tentang pengelolaan lingkungan sejak dini,” tutur Masnur.
Sementara itu, perwakilan Tim Verifikator ProKlim 2026 dari Kementerian Lingkungan Hidup Koko Wijanarko mengatakan verifikasi itu dilakukan untuk melihat secara langsung inovasi dan implementasi program di setiap wilayah, khususnya dalam aspek adaptasi, mitigasi, dan kelembagaan.
“Kami sudah melihat berbagai inovasi yang ditampilkan. Selanjutnya, hasil verifikasi ini akan dibahas bersama tim untuk menentukan penilaian akhir,” ungkap Masnur.
Di sisi lain, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara Edy Mulyanto menyebutkan RW 12 Kelapa Gading Barat menjadi satu dari tiga wilayah di DKI Jakarta yang diusulkan mengikuti penilaian Trophy ProKlim kategori Utama, bersama dengan RW 05 Ragunan (Jakarta Selatan) dan RW 09 Utan Kayu Selatan (Jakarta Timur).
Dia menilai capaian itu merupakan hasil dari proses panjang dan kerja sama berbagai pihak.
“Trophy Utama merupakan jenjang tertinggi sebelum menuju kategori Lestari. RW 12 sudah melalui tahapan panjang, dan kami berharap hasilnya bisa maksimal,” pungkas Edy.
Dia menambahkan meskipun verifikasi tahun ini dilakukan secara virtual, seluruh materi yang dipaparkan dinilai lengkap dan menunjukkan kesiapan wilayah secara menyeluruh.
“Pengurus RW mampu menjelaskan program dengan baik, mulai dari adaptasi, mitigasi, hingga kelembagaan. Ini menjadi nilai positif dalam proses penilaian,” imbuh Edy.