Sebuah penelitian dari Duke Biber, Ken Rice, Rebecca Ellis tahun 2021 mengenai program latihan fisik sebagai bentuk welas asih pada pekerja telah membuktikan bahwa program welas asih dengan melakukan latihan fisik mulai dipertimbangkan sebagai bagian dari program kesehatan di tempat kerja.

Tidak semua hubungan harus membuat kita merasa harus selalu tampil sempurna di hadapan orang tersebut. Orang yang bisa menerima kita apa adanya, mendengarkan tanpa selalu menghakimi, yang bisa memberikan masukan tanpa merendahkan, dan yang membuat kita merasa aman untuk berkata, "Hari ini saya sedang tidak baik-baik saja."

Teman yang baik bukan berarti seseorang yang selalu mengatakan bahwa kita benar. Teman yang baik dapat mengatakan kebenaran dengan cara yang tetap menghargai diri kita. Yang tidak kalah penting: jadilah orang seperti itu bagi diri sendiri.

Ada kalanya kita merasa makin lelah atau kesal ketika berinteraksi di tempat kerja, reaksi yang bisa kita tampilkan adalah pause atau berhenti mengambil nafas panjang dan tidak perlu langsung membalas. Pada saat melakukan tarikan napas, sadari apa yang muncul dalam diri: "Saya merasa sedih, tidak dihargai, dan saya lelah."

Kesadaran tersebut merupakan bagian dari mindfulness yang merupakan salah satu komponen welas asih. Setelah emosi sedikit lebih tenang, barulah kita menentukan respons, dan kalimat yang akan kita kemukakan tanpa perlu menyakiti diri sendiri dan tetap menghargai orang lain.

Penelitian dari Spagnoli, Buono, Scafuri Kovalchuk, Cordasco, dan Esposito pada tahun 2021, mengenai kesempurnaan telah menunjukkan hubungan dengan kelelahan yang dialami oleh para pekerja. Individu yang merasa pekerjaannya tidak mencapai standar, takut melakukan kesalahan dan memiliki harapan terlalu tinggi pada diri sendiri akan lebih cepat mengalami stress.

Ada perbedaan tim redaksi berusaha dengan sungguh-sungguh dan terus memaksa diri karena takut merasa tidak cukup baik. Welas asih mengajarkan kita untuk mengenali batas pada diri sendiri.

Mungkin saja pekerjaan yang dilakukan sudah cukup baik, walaupun presentasi tidak sempurna, tetapi sudah memenuhi tujuan atau target kerja untuk hari ini. When enough is just enough.

*)Dian Wisnuwardhani, S.Psi., M.Psi., PsikologDosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia