Konsep tersebut sejalan dengan pandangan Kamma Wellness yang melihat wellness bukan hanya tentang membuat tubuh merasa lebih baik.
Wellness juga berkaitan dengan bagaimana seseorang mengambil jeda, membangun koneksi dan menjaga keseimbangan tim redaksi tubuh serta pikiran.
Konsep ini pula yang dihadirkan melalui Jiwa Spa by Kamma Wellness. Perawatan tidak hanya dipandang sebagai treatment untuk tubuh, tetapi juga sebagai ruang untuk berhenti sejenak dari rutinitas dan kembali terhubung dengan diri sendiri.
"Wellness bukan hanya tentang merasa lebih baik, tetapi juga connect dengan our roots dan reconnect dengan diri sendiri," menjadi salah satu gagasan yang dibawa dalam kegiatan tersebut.
Bagi Claudia, founder Djamoе Workshop, jamu memiliki potensi besar untuk kembali dekat dengan generasi muda.
Selama ini, jamu kerap dianggap sebagai warisan masa lalu. Padahal, jika dikemas dengan cara yang lebih praktis dan sesuai dengan gaya hidup masa kini, jamu dapat menjadi bagian dari keseharian.
Claudia melihat banyak peluang untuk membuat jamu lebih relevan, terutama di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap wellness.
Tak hanya pilates atau perawatan tubuh, tren wellness kini juga mulai bergerak ke arah kesehatan dari dalam.
Karena itu, jamu dinilai memiliki tempat tersendiri dalam perkembangan gaya hidup tersebut.
Salah satu hal yang menjadi perhatian Djamoе Workshop adalah bagaimana membuat jamu tetap memiliki identitas tradisional, tetapi mudah dikonsumsi dalam kehidupan modern.
Peserta diperkenalkan dengan berbagai racikan jamu yang praktis, memiliki rasa yang lebih mudah diterima dan dapat dibawa ke berbagai tempat.