Bahkan, jamu dapat dikombinasikan dengan bahan lain untuk menghasilkan kreasi minuman yang lebih modern.
Beberapa kreasi yang diperkenalkan tim redaksi lain perpaduan kunyit asam, jahe dan berbagai bahan lain, hingga kreasi seperti matcha ginger latte dan minuman berbasis cocoa turmeric.
Konsep tersebut membuat jamu tidak harus selalu hadir dalam bentuk minuman tradisional yang selama ini dikenal masyarakat.
Jamu sendiri memiliki sejarah panjang dalam budaya Indonesia. Salah satu cerita yang diperkenalkan dalam workshop berkaitan dengan istilah jamu yang berasal dari kata jampi usodo, yang berkaitan dengan doa atau upaya untuk kesehatan dalam tradisi Jawa dan Bali.
Dalam perkembangannya, pengetahuan mengenai jamu diwariskan lintas generasi.
Nama seperti Nyonya Meneer juga menjadi bagian dari sejarah panjang perkembangan jamu di Indonesia dan bagaimana jamu pernah dikemas menjadi produk yang dikenal luas.
Namun, tantangan saat ini adalah bagaimana membuat generasi muda kembali memahami jamu, bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sesuatu yang relevan dengan kehidupan mereka.
Karena itu, pendekatan seperti The Art of Djamoe menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kembali jamu melalui pengalaman yang lebih dekat dengan dunia wellness modern.
Kolaborasi Kamma Wellness dan Djamoะต Workshop pun tidak berhenti pada kegiatan membuat jamu. Setelah mengikuti treatment, para tamu juga mendapatkan signature blend yang dapat dibawa pulang.
Dengan pendekatan tersebut, jamu tidak hanya dikenalkan sebagai bagian dari masa lalu, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan wellness masa kini.
The Art of Djamoe pada akhirnya menjadi ruang untuk mengenal kembali jamu dengan cara yang lebih dekat dan menyenangkan. Peserta tidak hanya mendengar cerita tentang warisan tradisional tersebut, tetapi juga ikut menumbuk, meramu, menyeduh hingga mencicipi hasil racikannya sendiri.