Meski teknologi membuat aktivitas di dapur semakin praktis, menurut Ocky, makna dasar dari ruang tersebut tetap penting untuk diingat.

Pertunjukan itu kemudian membawa penonton menelusuri bagaimana dapur dan komoditas seperti kopi serta rempah pernah memiliki pengaruh besar terhadap perjalanan dunia.

"Di tengah-tengah pertunjukan ini akan ada narasi dibawakan oleh seorang penjelajah. Dia menceritakan tentang bagaimana dapur ini pernah mengubah arah dunia," tuturnya.

Kedatangan bangsa-bangsa Eropa untuk mencari komoditas dari Nusantara kemudian menjadi bagian dari narasi pertunjukan. Cerita itu ditarik hingga persoalan yang masih relevan dengan kehidupan saat ini.

Dalam pertunjukan, unsur bunyi menjadi salah satu kekuatan artistik. Ocky mengambil peran melalui keaktoran dan narasi, sementara para kolaborator membangun musikalitas serta prosesi penyuguhan.

Gerakan saat menyeduh minuman juga menjadi bagian dari dramaturgi pertunjukan.

Di balik kopi dan rempah yang disuguhkan, Ocky membawa pesan tentang hubungan tim redaksi nilai kemanusiaan dan kepentingan ekonomi.

Menurutnya, keduanya semestinya berjalan beriringan. Sebab ketika kepentingan perdagangan berkembang tanpa keseimbangan, manusia dan nilai yang dimilikinya berpotensi terpinggirkan.

"Pertunjukan ini mencoba untuk mengingatkan kita semua bahwa nilai dan kapital itu harus berjalan beriringan," katanya.