Melalui program ini, Pemprov DKI berupaya menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dan terbuka bagi masyarakat. Balai Kota diharapkan tidak lagi hanya dikenal sebagai lokasi kegiatan resmi pemerintahan, tetapi juga sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan warga.
Salah satu warga, Rusmayadi (54), mengaku baru pertama kali menginjakkan kaki di Balai Kota Jakarta. Dia mengaku terkesan setelah melihat langsung suasana di dalam kantor pemerintahan tersebut.
"Ini pertama kali saya di Balai Kota. Lihat suasana di Balai Kota itu luar biasa, mantap. Jadi kita tahu gubernur kita ngapain saja di situ, dari ketemu tamu, ketemu orang penting," kata Rusmayadi saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
Dia mengatakan salah satu tempat yang paling menarik perhatiannya adalah ruang Jakarta Smart City. Menurutnya, ruangan tersebut memberikan gambaran mengenai pemanfaatan teknologi untuk memantau berbagai informasi dan kondisi di Jakarta.
Warga lainnya, Mary (40), juga mengaku terkesan setelah mengetahui lebih jauh tentang fasilitas Jakarta Smart City. Dia baru mengetahui bahwa Jakarta memiliki platform yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan informasi sekaligus menyampaikan laporan terkait berbagai persoalan di Ibu Kota.
"Luar biasa Jakarta Smart City. Selama ini kita nggak pernah tahu ternyata kita punya platform yang begitu cerdas sehingga kita bisa laporan, kita bisa tahu segala berita dan juga informasi apa pun mengenai Jakarta, semua ada di situ," ujarnya.
Mary menilai keberadaan fasilitas tersebut perlu lebih banyak disosialisasikan kepada masyarakat. Menurutnya, masih banyak warga Jakarta yang belum mengetahui berbagai layanan yang bisa diakses melalui Jakarta Smart City maupun aplikasi JAKI.
Dia mencontohkan, masyarakat bisa memanfaatkan layanan tersebut untuk melaporkan kejadian kehilangan barang dengan menyertakan informasi yang diperlukan.