Kini, Xiang tinggal di Jerman dan menjabat sebagai direktur Max Planck Institute for Social Anthropology serta meneliti perubahan sosial di China dan wilayah Asia lainnya. Xiang meyakini masyarakat China sedang berada di 'titik balik', di mana orang-orang mencari makna hidup sembari berupaya memahami perubahan sosial dan ekonomi yang berlangsung cepat.
Dia melihat adanya kontradiksi antara generasi muda yang merasa gamang di tengah negara yang kuat dan tegas dengan rasa kecewa meski telah terjadi kemajuan pesat. Menurutnya, hal itu membuat dirinya punya tugas untuk mengurai faktor-faktor pemicu hal tersebut.
Istilah-istilah Populer yang Dibuat Xiang
Xiang telah membuat istilah-istilah menarik untuk menggambarkan penyebab fenomena ini. Pertama, ada istilah 'Mengambang' untuk menggambarkan orang-orang yang bekerja tanpa henti demi bertahan hidup. Dia mengibaratkannya sebagai burung kolibri yang terus mengepakkan sayapnya agar tetap melayang di udara.
Kedua, ada 'Lingkungan terdekat' yang merujuk pada hal-hal yang berada tepat di sekeliling kita. Xiang berpendapat bahwa anak muda di China terlalu sibuk memikirkan hal yang 'sangat dekat' dan hal yang 'sangat jauh', sementara ruang di antaranya-yaitu 'lingkungan terdekat' malah terabaikan.
Hal ini, menurutnya, membuat mereka merasa terputus dari lingkungan sekitarnya. Pandangan ini tampaknya sangat menggugah hati kaum muda yang sedang mencari jawaban.
Seorang pengguna di platform RedNote menulis, 'Ia secara konsisten memandang berbagai persoalan dari sudut pandang kelompok rentan, mengaitkan tekanan pribadi dengan faktor-faktor berskala makro, serta mendorong orang untuk menjalani hidup secara aktif-sungguh luar biasa'.
Yang lain berkata 'Dia tidak pernah melontarkan kata-kata manis yang kosong dan sekadar menenangkan hati; sebaliknya, dia turun langsung untuk menghadapi dilema kehidupan nyata bersama-sama dengan kita'.
Zihan Han sendiri mengatakan kuncinya terletak pada kesediaan Xiang untuk berbicara secara terbuka mengenai hal-hal tersebut.
"Mereka yang pernah mengatakan hal serupa tidaklah sehebat Pak Xiang, sementara orang-orang yang sehebat dia justru tidak pernah mengatakan hal-hal seperti itu," ujarnya.
Xiang lahir pada tahun 1972. Dia tumbuh dewasa di tengah masa saat China bangkit dari era kekuasaan Mao Zedong untuk mulai berdagang dengan dunia luar.
China mengalami urbanisasi besar-besaran. Masyarakat biasa beralih menjadi wirausahawan dan dunia bisnis mulai berkembang pesat untuk pertama kalinya di negara komunis tersebut.
Xiang tumbuh besar di Wenzhou. Dia menyaksikan kota itu bertransformasi menjadi pelabuhan industri.