Departemen Luar Negeri AS dan sejumlah kedutaan besar AS kemudian mengeluarkan peringatan keamanan bagi warga Amerika. Pemerintah AS meminta warganya mempertimbangkan kembali perjalanan ke dan melalui kawasan Timur Tengah.

"Konflik militer ini berpotensi meningkat dengan cepat," demikian peringatan Departemen Luar Negeri AS.

Melalui akun Travel.Gov, Departemen Luar Negeri AS juga menyebut situasi keamanan di kawasan tersebut masih kompleks. Warga Amerika diminta meningkatkan kewaspadaan dan bersiap menghadapi kemungkinan pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara, hingga gangguan perjalanan.

"Akibat ketegangan di Timur Tengah, situasi keamanan tetap kompleks dengan potensi eskalasi yang tak terduga," demikian pernyataan tersebut.

Ketegangan meningkat setelah ledakan terdengar di Riyadh pada Sabtu (19/9) waktu setempat. Otoritas Arab Saudi sebelumnya telah mengeluarkan peringatan serangan udara menyusul ancaman dari kelompok Houthi yang didukung Iran.