Estafet amanah itu kini mengalir nyata ke pundak generasi kedua. Salah satunya Taufik Agus (41) alias Kang Apong, putra dari almarhum Abah Supenda, sahabat seperjuangan Abah Ateng yang juga sesama murid langsung almarhum Abah Uci.
Apong menjelaskan, nama Sabandar Karimadi merupakan penggabungan aliran silat tradisi Sunda yang berakar dari Cianjur dengan corak Cimande. Di padepokan, para murid dididik lewat sistem jenjang sabuk yang terstruktur rapi.
"Ada tahapan-tahapannya untuk masalah sabuk. Awalnya kita pakai sabuk merah strip satu sebagai pemula belajar Sabandar Karimadi. Sabuk merah strip dua itu sudah lama di Sabandar-nya. Ada yang hitam, sampai ke yang kuning. Kelas kasepuhan kalau yang kuning itu, tingkatan paling tinggi dan sudah bisa ngajar ke yang lain," beber Apong yang sudah berlatih sejak kelas 4 SD.
Bagi Apong, bergabung dengan Sabandar Karimadi bukan semata mengejar kemahiran bela diri, melainkan menjalankan kewajiban moral menjaga darah pendekar leluhur sekaligus menjaga kebugaran raga.
"Semenjak latihan di Padepokan Sabandar Karimadi, seolah-olah kita hidup sehatlah intinya mah, bukan untuk yang lain-lain. Kalau untuk bela diri kan itu sudah jadi kewajiban kita sebagai putra kasepuhan. Intinya satu, ingin mengembangkan seni dan budaya tradisi pencak silat, kedua, untuk kesehatan buat tubuh," jelasnya.
Apong menyebut, murid-murid yang aktif berlatih tak hanya datang dari Jawa Barat, melainkan dari berbagai pulau di Nusantara.
"Murid sekarang banyak, wilayah Palabuhanratu termasuk luar Palabuhanratu. Yang sekarang lagi aktif itu ada yang dari Lombok, dari Batam di luar Kabupaten Sukabumi, termasuk dari Bogor. Itu induknya ke kita, ke Sabandar Karimadi Palabuhanratu," pungkas Apong.