NADIKABAR.COM — Sabuk pengaman diperkirakan menyelamatkan lebih dari 15.000 nyawa setiap tahun di Amerika Serikat (AS), namun menurut gugatan yang baru diajukan, sabuk pengaman pada Honda Civic 2017 justru menyebabkan cedera fatal dalam sebuah kecelakaan.
Laman Carscoops, Rabu (30/9) waktu setempat melaporkan, gugatan yang baru-baru ini diajukan ke Superior Court of Burlington County, New Jersey, menyebut Jacob L. Swann, 18 tahun, tewas dalam kecelakaan yang terjadi pada 27 Mei 2025.
Swann merupakan penumpang di kursi belakang Civic yang terlibat dalam tabrakan serius tersebut dan, menurut gugatan, ia mengenakan sabuk pengaman tiga titik.
Laporan polisi menyebut mobil yang dikemudikan remaja bernama Lukas J. Corcoran itu melintasi garis tengah di N. Rt. 31 dan bertabrakan secara frontal dengan kendaraan yang melaju ke arah utara (bagian depan kedua mobil saling menghantam).
Tabrakan tersebut menyebabkan Corcoran dan seorang penumpang di kursi depan mengalami luka serius, sementara Swann meninggal dunia.
Gugatan tersebut mengeklaim Civic 2017 "dirancang secara cacat" dan tidak memenuhi standar kelayakan, kesesuaian, serta keamanan yang wajar untuk tujuan penggunaannya.
Gugatan juga menyebut sistem penahan penumpang di kursi belakang Civic tidak memiliki tingkat keamanan yang memadai saat terjadi kecelakaan, mengalami cacat dalam desain dan pengerjaan, serta menyebabkan Swann mengalami "perlambatan lokal yang berbahaya dan dapat dihindari pada bagian tubuhnya yang rentan sehingga menyebabkan cedera internal/fatal."
Selain itu, sistem sabuk pengaman pada Civic yang dimaksud disebut mengalami web spool-out (penguluran sabuk) yang berlebihan.
Kursi belakang kendaraan tersebut juga dituding memiliki desain yang cacat karena tidak dilengkapi konfigurasi anti-submarining ramp (fitur penahan) yang memadai dan diperlukan untuk mencegah tubuh penumpang meluncur ke bawah sabuk pengaman saat terjadi tabrakan.
Pengacara yang mewakili harta peninggalan Swann mengatakan Honda mengetahui, atau seharusnya mengetahui, bahwa desain Civic tersebut menimbulkan risiko yang tidak wajar terhadap keselamatan fisik dalam kecelakaan.
Menurut gugatan, Honda "bertanggung jawab mutlak kepada para penggugat atas cedera katastrofik dan kematian" remaja berusia 18 tahun tersebut.
Seluruh varian Honda Civic 2017, termasuk coupe, sedan, dan hatchback, memperoleh peringkat keselamatan bintang lima dari National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA).
Seluruh model bodinya juga dinobatkan sebagai 2017 Top Safety Pick oleh Insurance Institute for Highway Safety (IIHS).
Para penggugat meminta persidangan oleh juri serta menuntut ganti rugi kompensasi dan ganti rugi punitif, bunga, biaya pengacara, serta bentuk ganti rugi lainnya yang dinilai sesuai oleh pengadilan.
Selain Honda Motor Company, American Honda Motor, Honda Development & Manufacturing of America, dan Honda Canada, para penggugat juga mencantumkan pengemudi, Lukas J. Corcoran, sebagai tergugat.
Gugatan tersebut menyatakan kecelakaan terjadi akibat "kelalaian dalam mengoperasikan" kendaraan yang dilakukan Corcoran. Berdasarkan New Jersey Survival Act dan New Jersey Wrongful Death Act, para penggugat juga menuntut ganti rugi kompensasi dari Corcoran.