NADIKABAR.COM — Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni berkelakar kepada mahasiswa saat rapat dengar pendapat umum (RDPU) terkait RUU Perampasan Aset dengan mahasiswa LK2 FHUI, Sahroni mengatakan bahwa ijazah itu penting, namun jangan sampai palsu. Apa kata PSI?
"Semakin saya baca tulisan itu, semakin saya dengar itu, semakin saya tidak paham apa isinya, begitu. Dan arahnya, gitu lho. Arahnya semakin tidak paham. Gitu. Kalaupun dikatakan, boleh di-quote, kalaupun dikatakan sebagai menyindir, ya menyindir saja pun ternyata tidak proper," kata Ketua DPP PSI Bestari Barus ketika dihubungi, Selasa (27/10/2026).
Bestari menyebut yang perlu merasa tersinggung harusnya yang mengikuti kegiatan bersama Sahroni itu. Terlebih lagi Sahroni juga sempat menyinggung soal nilai.
"Ya, kalau PSI kan tidak disinggung, apa yang harus kita merasa tersinggung? Justru yang harusnya tersinggung yang mengikuti kegiatan dia dong," tutur dia.
"Dengan merendahkan atau menyetarakan dia dengan kalau angkanya 6,6 ya nggak boleh jadi presiden. Siapa bilang begitu kan? Kan nggak ada aturan itu juga," tambahnya.