"Kalian juga jangan cuma hanya pintar di universitas. Pintar itu banyak tempat, yang penting kamu punya akal," ucap dia.
"Jangan cuma nilai 6, 6 kayak saya. Kayak saya nih. Kan banyak tuh di Instagram bilang, 'Wah, ini kok orang kayak gini bisa jadi pejabat?'. Daripada nilai 9 kagak jadi ape-ape," tambahnya.
Sahroni mengatakan para mahasiswa harus memiliki kemampuan berpikir di mana pun, dan ijazah bukan jadi indikator utama. Kemudian, Bendum Partai NasDem itu mengingatkan bahwa ijazah memang penting, tapi bukan berarti harus memalsukannya.
"Tapi prinsip smart kita berpikir kapan pun dan di mana pun, kalian harus punya itu. Ijazah tidak jadi level utama. Tapi ijazah perlu, jangan sampai ada ijazah palsu," ucapnya.