NADIKABAR.COM — Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah meminta seluruh kader khususnya duduk di kursi legislatif rutin menyapa masyarakat. Said tidak menginginkan sambung silaturahmi dilakukan hanya lima tahunan.

"Sapa rakyat, sentuh hatinya masyarakat. Enggak ada kata lain. Bukan perlu bantuannya, menyapa rakyat saja," tegas Said dalam konsolidasi kader di DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Jumat (9/10/2026).

Said menegaskan bahwa pemilik kehormatan dan kedaulatan tertinggi adalah rakyat. Bukan kader yang duduk di kursi DPR maupun DPRD.

"Karena pemilik kehormatan itu seutuhnya rakyat, bukan anggota DPR RI, bukan anggota DPRD Provinsi, bukan anggota DPRD Kabupaten. Pemilik kehormatan, kedaulatan itu adalah rakyat. DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten, Kota hanya diberi amanah untuk mewakili pemilik kehormatan," tandasnya.

Said kembali menekankan, partai tidak membutuhkan kader yang jarang atau tidak sama sekali bersentuhan langsung dengan masyarakat. Bagi Said, kader seperti itu tidak layak berada di PDI Perjuangan.

"Sapa rakyat, jangan kalau jadi anggota DPR, lupa. Ingat 5 tahun sekali, enggak ada gunanya, buang kalau ada kader begitu. Enggak ada lagi yang kayak gitu, sampah bagi PDI Perjuangan," ucapnya.

Said pun membakar semangat kader untuk merapatkan barisan dari mulai tingkat ranting hingga jajaran pengurus DPD Jawa Timur.

"PAC, ranting, ayo bersama-sama. Betul-betul saling bahu-membahu.Tidak ada istilah lagi 5 tahunan itu sudah enggak ada.

DPC harus mampu menggerakkan PAC," pungkasnya.