Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung, AKP Fiekry, mengonfirmasi bahwa rentetan kecelakaan tersebut dipicu oleh provokasi teriakan "tabrak lari" yang tidak terbukti.

"Padahal tidak terjadi tabrak lari sehingga mengundang massa, keliling-keliling mobil dikejar oleh massa sampai betul terjadi tabrak mobil, tabrak motor hingga pejalan kaki, dan berakhir di Mako Polresta Jalan Jawa," jelas Fiekry.

Fiekry memastikan kasus yang melibatkan lima kendaraan dan satu pejalan kaki ini diselesaikan melalui jalur musyawarah. "Mobil 2, motornya 3, pejalan kakinya 1. Dan dengan semuanya sudah clear, alhamdulillah sudah kekeluargaan," tuturnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang saat berkendara. "Jadi pesannya mungkin satu, tetap jaga hati di jalan raya, siapapun itu, kapanpun itu, tetap kita seduluran semuanya di sini," pungkasnya.