Menurut dia, keberagaman bukanlah sesuatu untuk ditaklukkan, tetapi sesuatu yang mesti dikelola, dihargai, dan dijadikan kekuatan melalui partisipasi demokrasi, dialog, dan penghargaan terhadap perbedaan.
“Dari Aceh ke Papua, dari Miangas hingga Rote, Indonesia adalah satu bangsa,” ujar Menlu RI.
Saat menutup pidatonya yang berdurasi kira-kira 17 menit tersebut, Sugiono kembali menyampaikan salam lintas agama bagi para delegasi di sidang tahunan PBB tersebut.
“Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Salve, Om Shanti Shanti Shanti Om, Namo Buddhaya, Rahayu,” katanya, disambut dengan tepuk tangan hadirin.