Salam dari Menlu RI tahun ini menunjukkan bahwa salam lintas agama dari Indonesia digunakan kembali di Sidang Majelis Umum PBB, mengingat Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan salam tersebut saat menutup pidatonya di Sidang ke-80 Majelis Umum PBB tahun lalu.
Sesaat sebelum menutup pidatonya kala itu, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya persaudaraan lintas agama dalam menjaga perdamaian dunia.
Ia mengatakan bangsa Arab, Yahudi, Muslim, Kristen, Hindu, Buddha, dan penganut semua keyakinan harus hidup sebagai satu keluarga besar umat manusia, saling menghormati perbedaan demi mewujudkan harmoni dan masa depan yang damai.
βWassalamuβalaikum warahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Om Shanti Shanti Shanti Om, Namo Buddhaya. Terima kasih banyak. Semoga Tuhan memberkati kita semua, semoga perdamaian menyertai kita semua,β tutup Prabowo disambut tepuk tangan para delegasi.