NADIKABAR.COM — novel karya Sally Rooney dipastikan bakal ditarik dan dilarang beredar di pasar Inggris. Langkah drastis itu mencuat usai Rooney berencana menyalurkan royalti penjualan bukunya untuk Palestina.
Novelis asal Irlandia itu berencana menyalurkannya ke Palestine Action, kelompok pro-Palestina yang kini dilabeli sebagai organisasi teroris oleh pemerintah Inggris.
Keputusan penghentian distribusi tersebut, seperti diberitakan NadiKabar pada 15 Oktober itu diumumkan secara resmi oleh pihak penerbit, Faber & Faber, pada Rabu (14/10) waktu setempat.
Mereka menyebut ada kesepakatan bersama dengan Rooney bahwa karya-karyanya tak akan lagi dipasok dalam format apa pun di wilayah Inggris. Namun, mereka memastikan penjualan di negara-negara lain tetap berjalan normal.
Undang-Undang Antiterorisme yang berlaku di Inggris saat ini menjegal pihak penerbit mencairkan pendapatan dari penjualan buku kepada Rooney lantaran aliran dananya bakal menyasar ke kelompok yang mereka nilai terlarang.
"Menjual karya seorang penulis dan tidak bisa meneruskan penghasilannya adalah situasi yang tidak masuk akal bagi sebuah penerbit," tulis pernyataan resmi Faber.
Rooney rupanya sudah menyadari penuh risiko dari manuvernya. Ia sempat menyerahkan kesaksian tertulis ke Pengadilan Tinggi London untuk mendukung gugatan hukum atas pelarangan Palestine Action, dengan kesadaran aksi itu bisa membuat bukunya ditarik dari pasaran.