NADIKABAR.COM — Rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kota Subulussalam, Aceh, menunjukkan perkembangan positif dengan 12 dari 13 indikator pemulihan berstatus hijau. Persawahan menjadi satu-satunya indikator kuning sehingga penyelesaian perencanaan dan dimulainya pekerjaan fisik perlu dipercepat sebelum musim hujan yang diprediksi pada Oktober.
Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Aceh II Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera Brigjen TNI (Mar) Guslin Kamase mengatakan capaian 12 indikator hijau perlu dilakukan penjagaan. Hal tersebut dilakukan dengan menuntaskan pekerjaan yang masih tertinggal, terutama pada sektor persawahan.
"Pemulihan Kota Subulussalam relatif berjalan baik karena 12 dari 13 indikator telah berstatus hijau. Namun, persawahan harus segera masuk tahap pekerjaan fisik agar masyarakat tidak kehilangan satu musim tanam," kata Guslin dalam keterangan tertulis, Minggu (6/9/2026).
Pada sektor persawahan, sasaran awal optimasi lahan mencapai 74 hektare. Setelah survei, investigasi, dan desain, lahan yang disetujui untuk ditangani menjadi sekitar 23 hektare. Hingga akhir Agustus, konstruksi, pengolahan lahan, dan penanaman belum dimulai karena rencana kegiatan masih dalam kajian.