NADIKABAR.COM — 35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang telah diresmi dibuka oleh Presiden Prabowo Subianto. Sebelum dibuka, Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU oleh Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) memaparkan laporan terkait persiapan hingga pelaksanaanya.
Dalam sambutannya laporannya, Gus Ipul menyebut Presiden dan Wakil Presiden yang hadir serta kabinet Merah Putih dan nyaris semua undangan yang hadir. Namun dari sambutannya, nama Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya.
Yang kita muliakan dan hormati bersama presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto yang hari ini hadir didampingi oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Mas Gibran Rakabuming Raka beserta segenap rombongan," kata Gus Ipul dalam sambutannya, Kamis (21/8/2026).
Gus Ipul lantas menyapa sejumlah pengurus Rais Aam PBNU, KH Miftahul Akhyardan sejumlah kiai sepuh. Namun lagi-lagi, pria yang menjabat Menteri Sosial itu juga tak menyebut nama Gus Yahya.
"Yang saya muliakan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Kiai Haji Miftahul Akhyar, dan dua wakil Rais Aam, KH Afifuddin Muhajirn dan KH Iskandar. Paara ulama para kiai para pengasuh pesantren yang hadir yang tidak mungkin kami sebut satu per satu hampir seluruh kiai dan ulama tokoh-tokoh utama Nahdlatul Ulama hadir di tempat ini bapak presiden," ujar Gus Ipul.
Setelah sambutan, Gus Ipul diketahui melaporkan empat hal utama dalam mempersiapkan pelaksanaan Muktamar NU, mulai dari persiapan fisik hingga kesiapan sumber daya manusia (SDM).
"Pertama, adalah kesiapan fisik, mulai dari arena pembukaan, ruang sidang, asrama putra, hingga berbagai sarana pendukung lainnya," tutur pria yang juga Sekretaris Jenderal (Sekjen) itu.
Hubungan Gus Yahya dan Gus Ipul meskipun sebagai ketum dan sekjen PBNU namun mengalami pasang surut. Puncaknya, saat Gus Yahya mencopot Gus Ipul dan menggantinya dengan Amin Said Husni.
Keputusan terkait rotasi sejumlah jabatan penting di lingkungan PBNU ini ditetapkan dalam rapat Harian Tanfidziyah PBNU yang digelar Jumat (28/11/2025). Gus Ipul kemudian digeser ke posisi Ketua PBNU bidang Pendidikan, Hukum, dan Media.
Langkah Gus Yahya itu diduga terkait dengan pencopotannya setelah beredar risalah rapat yang meminta dirinya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketum PBNU.
Dalam teks yang beredar, dituliskan bahwa rapat tersebut merupakan Risalah Rapat Harian Syuriah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tertanggal Kamis, 29 Jumadil Ula 1447H / 20 November 2025M, pukul 17.00-20.00 WIB.
Rapat yang disebut berlangsung di Hotel Aston City Jakarta itu dihadiri oleh 37 dari 53 orang Pengurus Harian Suriah, dan KH. Miftachul Akhyar bertindak sebagai pimpinan rapat.
Salah satu keputusan yang tercantum dalam risalah tersebut yaitu meminta KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) untuk mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dalam kurun waktu 3 hari ke depan.
Namun risalah tersebut tak dipenuhi oleh Gus Yahya dan berbuntut Rais Aam mencopotnya. Konflik internal itu kemudian mereda setelah sejumlah kiai sepuh NU menggelar pertemuan dan menengahi konflik yang berujung dengan seruan islah.