Pakar menyebutkan, teknologi AI Vision ini sebenarnya sudah diluncurkan sejak 2024. Mereka menjelaskan, fitur ini dapat mengenali makanan melalui gambar yang diambil oleh kamera dalam perangkat di dalam kulkas Family Hub.

"Petama, kami fokus melatih model AI untuk mengenali makanan segar yang sering dimakan karena itu adalah hal yang biasanya ditempatkan di dalam kulkas. Tetapi sekarang, kami sedang mengambil langkah besar dengan penambahan AI berdasarkan Cloud. Jadi, ini bukan transisi, tetapi sebuah integrasi yang lebih maju berdasarkan AI, berdasarkan perangkat, serta AI berdasarkan Cloud," tambahnya.

Lalu melalui SmartThings Food, pengguna bisa mendapatkan rekomendasi resep berdasarkan bahan makanan yang tersedia di dalam kulkas. Selain itu, widget FoodNote yang diperkenalkan Samsung tahun ini, dapat memberikan saran daftar belanja mengacu pada kebiasaan pengguna mengonsumsi makanan atau bahan yang sering digunakan.

Disebutkan kalau kulkas ini dibekali layar LCD 32 inci dengan dukungan Bixby, asisten virtual berbasis AI kepunyaan Samsung. Dengan begitu, penggunanya dapat dengan mudah mengontrol kulkas ini melalui fitur utama Bixby seperti Voice, Vision, dan Text Call.

Jadi, berbeda dengan kulkas layar sentuh pada umumnya, lemari es dari Samsung dapat diajak 'ngobrol'. Dengan Bixby, kulkas ini dapat memahami sejumlah perintah yang diberikan oleh pengguna hingga memahami konteks perbincangan.

Pakar Digital Appliances Samsung Electronic menyampaikan inovasi tidak hanya di kulkas, tapi juga di AC. Contohnya tahun ini, mereka meluncurkan AC AI Windfree Pro yang terkenal.

"Model ini memiliki multi-blades baru, yang dapat bergerak berbeda arah. Bergerak berbeda arah, memungkinkan AC menciptakan udara berdasarkan kebiasaan penggunaan," ucapnya.