NADIKABAR.COM — Samsung mungkin bakal meluncurkan ponsel unggulan seri S terbarunya pada 2027 yakni seri Galaxy S27 lebih cepat dibandingkan dengan jadwal perilisan yang berlaku pada generasi sebelumnya yaitu Galaxy S26.
Adapun pada 2026, seri Galaxy S26 diperkenalkan pada akhir Februari 2026 dan meluncur di pasar global mulai awal Maret 2026. Jadwal tersebut lebih lambat sebulan dibandingkan seri Galaxy S24 maupun Galaxy S25 yang diperkenalkan di Januari.
Laporan GSM Arena, Senin (19/10) waktu setempat, menunjukkan bahwa untuk seri Galaxy S27 mungkin Samsung bakal mengembalikan jadwal perilisannya ke Januari mengikuti kebiasaan yang sudah dibentuk sebelum seri Galaxy S26.
Kemungkinan majunya jadwal peluncuran seri Galaxy S27 itu datang dari pembocor teknologi bernama Lanzuk. Ia membagikan informasi itu lewat akun jejaring sosial Naver.
Tampaknya Samsung sudah mengambil sebagian besar keputusan penting terkait seri Galaxy S27 termasuk perkiraan jadwal peluncuran, namun Lanzuk belum mengungkap jadwal pasti dari perilisan ponsel itu.
Selain membawa kabar terkait dengan perkiraan waktu rilis, Lanzuk menyinggung terkait dengan memori yang membuat Samsung tampaknya masih meragu.
Sebelumnya sempat tersiar kabar pada September 2026 bahwa Samsung memutuskan untuk menggunakan LPDDR5X dan UFS 4.x yang lebih lama untuk Galaxy S27 dan S27+ versi standar, sementara Galaxy S27 Pro dan S27 Ultra seharusnya beralih ke LPDDR6 dan UFS 5.
Namun kondisi pasar memori tampaknya masih memanas dan belum membaik, Lanzuk mengatakan kondisi itu membuat Samsung kini mempertimbangkan apakah akan menunda peningkatan memori untuk model Pro dan Ultra.
Membahas teknologi memori, UFS 5 untuk memori penyimpanan memiliki kinerja yang lebih baik dari UFS 4.1. Teknologi itu menetapkan kecepatan baca hingga 10,8 GB/s dan kecepatan tulis hingga 9,8 GB/s.
Selain itu, UFS 5 juga diklaim 40 persen lebih hemat daya dibandingkan versi 4.1.
Demikian pula, LPDDR6 akan menawarkan kecepatan hingga 10,6-14,4 Gbps per pin. Kondisi itu naik dari 8,5 Gbps per pin untuk LPDDR5X.
Hal ini harusnya akan menghadirkan peningkatan kinerja yang nyata pada Galaxy S27 Pro dan S27 Ultra, tetapi juga akan meningkatkan biaya produksi.
Selain terkait memori penyimpanan dan RAM. Ramai juga pembahasan yang menyinggung terkait penggunaan chip Snapdragon atau Exynos untuk S27 Ultra.
Qualcomm membantah adanya masalah panas berlebih dari chip unggulannya, tetapi untuk masalah chip ini belum dapat diketahui Samsung memilih menggunakan opsi seperti apa.
Penerjemah: Livia Kristianti