"Film Sang Arsip sebetulnya kenapa hadir di Tokyo International Film Festival karena mungkin ada kesamaan tema atau wacana dari festival ini tentang bagaimana arsip film menjadi bagian penting atas jejak kebudayaan," kata Fuad kepada NadiKabar di Tokyo, Rabu (28/10).

Pada 1975, sutradara dan penulis skenario Misbach Yusa Biran mendirikan Sinematek Indonesia, arsip film pertama di Asia Tenggara. Ia mengirim proposal pembentukan lembaga ke Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin yang revolusioner. Ali, yang sebelumnya membangun Taman Ismail Marzuki, Institut Kesenian Jakarta, dan Gedung Kesenian Jakarta menyetujuinya.

Menghadapi minimnya dukungan publik, ia memikul sendiri beban pelestarian film. Film ini merekam kenyataan berat tersebut, mulai dari kondisi fisik seluloid yang terus memburuk hingga fasilitas yang sangat memprihatinkan.