NADIKABAR.COM — Santri Film Festival (SANFFEST) 2026 kembali digelar dengan skala yang jauh lebih besar dari tahun sebelumnya. Tak tanggung-tanggung, ajang apresiasi karya sinema santri ini memboyong sineas kenamaan Tanah Air hingga internasional.

Ketua Komite SANFFEST 2026, Neno Warisman, mengungkapkan bahwa tahun ini festival mengusung tema The Verses in Motion. Tajuk tersebut dipilih seusai melihat besarnya potensi dan bakat para santri yang mengejutkan pada gelaran tahun lalu.

Melalui tema ini, para santri didorong untuk membuat karya film berbasis nilai Al-Qur'an yang dipadukan dengan isu-isu internasional.

"Film itu nggak bisa bicara sendiri, dia adalah kanvas yang banyak. Jadi ketika teman-teman mendengar kita mulai dengan international issue, tapi based on Quran tetap. Kita kepengin mereka berpikir, bukan sekadar comot," ujar Neno saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, kemarin.

Guna memperluas wawasan peserta, SANFFEST 2026 secara khusus menghadirkan sineas luar negeri dari Palestina dan Bosnia untuk memberikan stimulasi serta experiential learning secara langsung kepada para santri.

"Saya berprinsip langit itu tinggi sekali, jadi anak-anak nggak boleh cuma terbang rendah-rendah saja. Makanya kita hadirkan sineas-sineas luar dari Palestina dan Bosnia," tutur Neno.

Sementara itu, Direktur Program SANFFEST 2026, Fadhli Sapawie, menjelaskan bahwa gelaran tahun ini terasa lebih masif berkat dukungan penuh dari pemerintah serta kementerian terkait.

"SANFFEST tahun ini jauh lebih masif dari tahun lalu karena animonya besar sekali, dan dari pemerintah juga pertama kali mendukung penuh," katanya.

Untuk menampung bakat yang beragam, SANFFEST 2026 membagi kompetisi ke dalam tiga kategori utama:

1. Santri Pelajar: Khusus santri tingkat sekolah (maksimal SMA/MA sederajat).

2. Santri Umum: Untuk alumni pesantren hingga jenjang universitas dengan usia maksimal 30 tahun.

3. Film Inklusi: Memberikan jalur khusus (afirmasi) bagi santri penyandang disabilitas (wajib melibatkan kru utama disabilitas) serta santri dari daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Festival yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional ini memperebutkan total hadiah fantastis sebesar Rp 415 juta untuk 15 kategori penghargaan. Tak main-main, kursi dewan juri diisi oleh jajaran profesional di industri perfilman Indonesia, seperti sutradara Fajar Bustomi, sinematografer Yudi Datau, aktris senior Niniek L. Karim, hingga sutradara teater Zak Sorga.

Tak hanya itu, rangkaian roadshow SANFFEST 2026 ke berbagai pesantren di Indonesia juga makin meriah dengan keterlibatan sederet aktor kenamaan, di antaranya Mario Irwinsyah, Arie Untung, Ricky Harun, hingga Syakir Daulay. Program SANFFEST 2026 sendiri resmi didanai oleh Dana Indonesia Raya melalui LPDP dan didukung langsung oleh Kementerian Kebudayaan RI.