"Saat ini, sekitar 91% tenaga kerja SANY di Karawang merupakan tenaga kerja lokal," kata Zhang.
Menurutnya, SANY ingin memberikan ruang lebih besar bagi talenta Indonesia untuk berkembang, bukan hanya bekerja di fasilitas produksi, tetapi juga menjadi tenaga profesional dan pemimpin di berbagai fungsi perusahaan.
Kerja sama SANY dan ITB juga membuka peluang bagi mahasiswa, akademisi, dan peneliti untuk terhubung dengan pusat research and development (R&D) serta ekosistem SANY di Tiongkok.
Dengan demikian, kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada kebutuhan tenaga kerja, tetapi juga pengembangan riset dan transfer teknologi.
"Indonesia merupakan salah satu negara penting dalam jaringan global SANY. Kami melihat Indonesia bukan hanya sebagai pasar strategis, tetapi juga sebagai bagian penting dari pengembangan bisnis, teknologi, dan investasi SANY ke depan," ujar Zhang.
Deputy General Manager/Director Government Relations SANY Indonesia, Saanjay Shamdasani, mengatakan kolaborasi dengan ITB diharapkan dapat memperluas kesempatan talenta Indonesia mendapatkan pengalaman dan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri.
"Kolaborasi dengan ITB diharapkan memperluas kesempatan talenta Indonesia untuk memperoleh pengalaman dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri, sekaligus membuka peluang mengisi posisi strategis di masa depan," tuturnya.