Dalam rangkaian kegiatan tersebut, delegasi ITB juga mengunjungi fasilitas produksi SANY di Karawang. Mereka melihat langsung proses manufaktur alat berat serta penerapan teknologi produksi di fasilitas tersebut.
Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB Prof. Lavi menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan SANY menjadi bagian dari upaya ITB memperluas jejaring kerja sama dengan industri dan mitra akademik di Tiongkok.
Kerja sama ini juga diharapkan dapat menjadi model kolaborasi tim redaksi perguruan tinggi Indonesia, perguruan tinggi Tiongkok, dan industri.
SANY Group merupakan salah satu produsen alat berat dan mesin konstruksi terbesar asal Tiongkok. Perusahaan mengembangkan teknologi untuk berbagai sektor, termasuk konstruksi, pertambangan, energi, dan manufaktur cerdas.
Di Indonesia, SANY mulai mengembangkan kegiatan manufaktur sejak 2021 melalui fasilitas produksi di Kawasan Industri Karawang, Jawa Barat.
SANY juga mengembangkan Lighthouse Factory pertamanya di luar Tiongkok pada 2020 dengan menerapkan digitalisasi, otomatisasi, dan industrial internet dalam proses produksi.
Melalui kerja sama dengan ITB, SANY berharap hubungan dunia pendidikan dan industri semakin kuat. Kolaborasi ini sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi mahasiswa, akademisi, peneliti, serta talenta profesional Indonesia untuk berkembang bersama ekosistem teknologi SANY.