Setelah beroperasi, pengelolaan dan perawatan sasana akan ditangani Pemerintah Kota Jakarta Timur.

Sementara itu, teknis pelatihan akan diserahkan kepada komunitas pemuda atau tinju di Jakarta dengan dukungan Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina).

"Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menyediakan ruang olahraga bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah pembinaan atlet tinju potensial di Jakarta Timur," ucap Bambang.