"Tim gabungan langsung membuat sekat bakar, pemadaman langsung, pendinginan, pembangunan embung dan pengerahan peralatan untuk mendekatkan personel ke lokasi kebakaran dan terbukanya jalur menuju area titik api menjadi perkembangan penting setelah operasi panjang di medan gambut yang sulit dijangkau," katanya.
Selama 36 hari tim terus berupaya membuka akses di tengah kondisi gambut yang lembut, banyak kayu rebah, serta medan yang sulit dijangkau, dan akhirnya jalur terbuka menuju area sumber titik api dan menjadi perkembangan penting.
Tetapi, operasi belum selesai. Perusahaan bersama Satgas Karhutla dan seluruh unsur di lapangan terus melanjutkan pemadaman, pembuatan sekat bakar dan pengamanan area agar kebakaran dapat dikendalikan.
Upaya penanganan diperkuat sejak 22 September 2026, dengan pengerahan puluhan personel gabungan, alat berat, pompa pemadaman serta dukungan udara. Dalam rangkaian operasi tersebut, tim telah membuka lebih dari 20 kilometer akses dan membangun lebih dari 8 kilometer sekat penyangga, disertai pemadaman langsung, pendinginan dan pengiriman logistik.
Sebanyak 16 unit alat berat ekskavator juga dikerahkan untuk membantu membuka jalur di tengah vegetasi dan kayu rebah. Operasi juga didukung pompa tekanan tinggi, peralatan pemadaman gambut serta water bombing dari udara.