"Perkembangan utama pada 30 September terjadi di kawasan Sungai Benuh. Tim menyelesaikan jalur terobosan sekitar 4,8 kilometer menuju zona penyangga, disertai pembangunan sekat bakar di sisi kiri dan kanan serta jalur menuju area titik api," kata Alex.

Di sekitar batas area kebakaran, pekerjaan sekat bakar terus diperpanjang. Embung juga dibangun untuk memperkuat ketersediaan air bagi operasi pemadaman. Dari arah Sungai Benuh batas Jambi, pembukaan jalur terus dilakukan untuk memperkuat akses ke kawasan operasi.

Alex menjelaskan medan menuju titik sumber api menjadi tantangan utama. Gambut yang lembut menyulitkan mobilisasi alat berat, sementara banyaknya kayu rebah menghambat pergerakan personel. Sejumlah peralatan juga sempat mengalami kendala teknis dan membutuhkan penanganan mekanik.

"Meski akses semakin terbuka, operasi belum berakhir. Tim gabungan masih melanjutkan pemadaman, pendinginan, pembangunan sekat bakar dan pengamanan batas area kebakaran untuk mencegah api kembali meluas," katanya.

Bagi tim di lapangan, capaian setelah 36 hari bukan sekadar soal panjang jalur yang berhasil dibuka. Terbukanya akses membuat personel dan peralatan kini dapat bergerak semakin dekat ke sumber api, menjadi tahapan penting dalam penanganan karhutla di kawasan TNBS.