Terputusnya jembatan membuat warga Reje Payung harus mengungsi ke Desa Jamat yang berada di seberang sungai. Kondisi tersebut menghambat mobilitas masyarakat sekaligus akses menuju fasilitas pendidikan dan mata pencaharian penduduk.

β€œDampak paling parah berada di Kampung Reje Payung karena akses jembatan gantung terputus. Masyarakat yang berdomisili di seberang harus mengungsi ke Kampung Jamat karena akses sudah tidak bisa dilalui,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah Andalika.

Selain menyerahkan bantuan, Tim Monev Khusus Satgas PRR bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah meninjau Jembatan Gantung Garuda, sejumlah lokasi longsor, dan infrastruktur lain yang terdampak. Hasil identifikasi akan digunakan menyusun rekomendasi penanganan serta menentukan dukungan yang dibutuhkan dari pemerintah pusat dan daerah.

Tim juga meninjau lahan di Kampung Jamat yang direncanakan sebagai lokasi pembangunan hunian tetap bagi masyarakat Reje Payung. Peninjauan untuk memastikan rencana hunian mempertimbangkan keamanan lokasi, aksesibilitas, dan keberlanjutan kehidupan warga setelah relokasi.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah Khairmansyah mengapresiasi bantuan dan perhatian Kasatgas PRR kepada masyarakat di kedua desa tersebut. Pemerintah daerah akan melanjutkan koordinasi agar kebutuhan warga selama mengungsi dan penanganan infrastruktur dapat berjalan beriringan.

Kepala Desa Reje Payung Sejahtera juga menyampaikan bantuan tersebut bermanfaat bagi warga yang sedang menghadapi dampak banjir dan keterputusan akses.

β€œAtas nama masyarakat Reje Payung, kami mengucapkan terima kasih kepada Satgas PRR yang telah hadir dan memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak,” ujarnya.