NADIKABAR.COM — Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera menyalurkan bantuan bagi korban dampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Tengah.
“Bantuan ini adalah titipan dari Kasatgas PRR Bapak Tito Karnaviam untuk membantu meringankan dampak banjir susulan,” kata Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi khusus Satgas PRR di Aceh Tamiang Kolonel Lek Dedy Sehabudin di Aceh Tamiang, Rabu.
Banjir yang melanda pada Minggu (11/10) telah mengakibatkan sekitar 650 kepala keluarga di 12 lokasi terdampak.
Tim Satgas PRR berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang untuk memutakhirkan data mengenai masyarakat terdampak, pengungsian, kerusakan infrastruktur, serta kebutuhan penanganan lanjutan.
Ia mengatakan penyaluran bantuan ini bukti komitmen pemerintah pusat dalam pemulihan bencana, khususnya banjir di Aceh Tamiang. Bantuan tersebut senilai Rp80 juta untuk membantu masyarakat terdampak. Bantuan disampaikan secara simbolis oleh Dedy kepada Datuk Penghulu Kampung Marlempang, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang untuk mendukung penguatan kebutuhan logistik warga.
Satgas PRR juga menyalurkan 650 paket perlengkapan dapur melalui BPBD Aceh Tamiang. Bantuan tersebut diharapkan membantu keluarga terdampak memenuhi kebutuhan dasar dan memulai kembali aktivitas rumah tangga setelah banjir.
Selain itu, Satgas PRR Sumatera menyebutkan penanganan banjir susulan di Kabupaten Aceh Tamiang dilakukan melalui penyaluran bantuan langsung sekaligus pemetaan kerusakan dan kebutuhan pemulihan.
“Kami ditugaskan kasatgas untuk memantau situasi pasca-banjir susulan, termasuk sektor yang terdampak, korban jiwa, pengungsian, perkiraan kerugian, dan kebutuhan lainnya,” katanya,
Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang Syuibun Anwar mengatakan pemerintah daerah berterima kasih kepada Satgas PRR atas kepedulian terhadap masyarakat setempat.
“Bantuan yang diberikan ini dapat meringankan beban pemerintah daerah,” ujarnya.
Pemerintah daerah terus memperbaiki tanggul yang rusak untuk mengurangi dampak luapan Sungai Tamiang. Penanganan tanggul menjadi bagian penting melindungi permukiman sekaligus memberikan rasa aman masyarakat menghadapi hujan berikutnya.
Satgas PRR Pascabencana Sumatera juga bergerak cepat merespons dampak banjir susulan di Desa Lumut dan Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah dengan menerjunkan tim monitoring dan evaluasi khusus.
Bantuan dari Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian senilai Rp35 juta itu disalurkan melalui Ketua Tim Monev Khusus Aceh Tengah Kolonel Laut Daniel Setiawan kepada 99 keluarga terdampak di dua desa tersebut, Rabu.
“Agenda hari ini yang pertama dan terpenting adalah memberikan tali asih. Ini merupakan bentuk perhatian Bapak Menteri Dalam Negeri sebagai kasatgas atas banjir susulan,” katanya.
Selain bantuan berbentuk kebutuhan pokok, warga terdampak juga menerima bantuan alat masak.
Banjir susulan terjadi setelah hujan terus-menerus di Kecamatan Linge beberapa hari terakhir. Dampak terberat dialami warga Reje Payung setelah luapan Sungai Jambo Aye memutus Jembatan Gantung Garuda yang menjadi satu-satunya akses menuju kampung tersebut.
Terputusnya jembatan membuat warga Reje Payung harus mengungsi ke Desa Jamat yang berada di seberang sungai. Kondisi tersebut menghambat mobilitas masyarakat sekaligus akses menuju fasilitas pendidikan dan mata pencaharian penduduk.
“Dampak paling parah berada di Kampung Reje Payung karena akses jembatan gantung terputus. Masyarakat yang berdomisili di seberang harus mengungsi ke Kampung Jamat karena akses sudah tidak bisa dilalui,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah Andalika.
Selain menyerahkan bantuan, Tim Monev Khusus Satgas PRR bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah meninjau Jembatan Gantung Garuda, sejumlah lokasi longsor, dan infrastruktur lain yang terdampak. Hasil identifikasi akan digunakan menyusun rekomendasi penanganan serta menentukan dukungan yang dibutuhkan dari pemerintah pusat dan daerah.
Tim juga meninjau lahan di Kampung Jamat yang direncanakan sebagai lokasi pembangunan hunian tetap bagi masyarakat Reje Payung. Peninjauan untuk memastikan rencana hunian mempertimbangkan keamanan lokasi, aksesibilitas, dan keberlanjutan kehidupan warga setelah relokasi.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah Khairmansyah mengapresiasi bantuan dan perhatian Kasatgas PRR kepada masyarakat di kedua desa tersebut. Pemerintah daerah akan melanjutkan koordinasi agar kebutuhan warga selama mengungsi dan penanganan infrastruktur dapat berjalan beriringan.
Kepala Desa Reje Payung Sejahtera juga menyampaikan bantuan tersebut bermanfaat bagi warga yang sedang menghadapi dampak banjir dan keterputusan akses.
“Atas nama masyarakat Reje Payung, kami mengucapkan terima kasih kepada Satgas PRR yang telah hadir dan memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak,” ujarnya.