NADIKABAR.COM — Posko Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) menjelaskan progres penanganan wilayah terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera. Satgas PRR menyebut ada pembangunan yang sudah tuntas dan ada yang masih berjalan.

"Data per hari ini tanggal 5 Oktober 2026 untuk infrastruktur jalan nasional dan jembatan nasional itu sudah selesai 100% di hari ini. Kemudian perkembangannya untuk jalan daerah dan jembatan daerah, masih berproses, ada beberapa progres yang sudah terlaksana," ujar Juru Bicara Satgas PRR, Amran, dalam konferensi pers di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (5/10/2026).

Amran menjelaskan progres hunian sementara (Huntara) di tiga provinsi sudah mencapai 99%. Sementara, untuk hunian tetap (Huntap) masih berjalan dan membutuhkan proses lebih panjang.

"Kemudian untuk huntara juga berproses, proses untuk huntara ini rekap mencatat rencana 20.803 dan sudah 20.700 unit selesai," katanya.

"Kemudian untuk hunian yang tetap di sini sudah berjalan, tentunya kita berharap dapat segera dituntaskan," imbuhnya.

Progres pembangunan huntap hingga 5 Oktober baru mencapai 3,26%. Arman menjelaskan hal tersebut dikarenakan persiapan lahan dan pembangunan fisik rumah.

"Memang butuh proses agak panjang karena tahapan pembangunan berjalan terus, penyiapan lahan sampai kepada pembangunan fisik rumah," ujarnya.

Amran menyampaikan fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, dan rumah ibadah 100% beroperasi secara fungsional. Fasilitas lainnya seperti listrik, SPBU, LPG, dan jaringan komunikasi juga telah pulih.

Dia mengatakan bantuan sosial berupa Dana Tunggu Hunian (DTH) juga sudah cair 100%. Berikutnya, kata Amran, bantuan isi hunian sudah tersalurkan Rp 465 miliar, jaminan hidup Rp 674 miliar, serta stimulan ekonomi Rp 764 miliar.

"Kemudian dana tunggu hunian, dana tunggu hunian ini atau DTH, ini sudah tersalurkan 100% di seluruh provinsi," ujarnya.

Pemulihan ekonomi melalui aktivasi pasar rakyat terdampak bencana juga mencapai hampir 90%. Transaksi UMKM dan e-commerce kembali normal hingga tembus 40,6 juta transaksi.

"Kemudian usaha mikro kecil dan menengah, UMKM juga terus ada peningkatan ya, ada terus peningkatan sehingga di bulan Agustus itu tercatat sudah 40.634.395 transaksi. Artinya ini sudah normal kembali, baik dari transaksi e-commerce, kemudian ada pun juga produk-produk e-commerce," katanya.

Pemulihan lahan sawah serta sektor kelautan dan perikanan juga sudah berjalan. Amran mengungkapkan pemulihan secara keseluruhan ditargetkan dalam 3 tahun.

"Untuk progres ini, kita dalam rencana pintu begitu, ada jangka waktu 3 tahun harus tuntas. Nah, ini targetnya harus tuntas selama 3 tahun. Dari sekarang, sehingga kita optimis dengan progres yang sekarang ini sudah hampir ada yang sudah 100%, ada yang sudah 90%, tinggal sedikit yang mengejar," ujarnya.