Berbagai bentuk pelayanan kesehatan pun mau tidak mau dialihkan ke area di luar gedung rumah sakit per 19 Agustus 2026, atau empat hari setelah bencana gempa bumi.
Layanan-layanan medis di rumah sakit kemudian dilakukan dengan memanfaatkan tenda-tenda bantuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga TNI-Polri.
Kepala Bidang Keperawatan dan Kebidanan RSUD Aeramo Martha Yunita, saat ditemui di lokasi, mengatakan bahwa seluruh pelayanan kesehatan di luar gedung meliputi pelayanan rawat jalan, rawat inap, Intensive Care Unit (ICU), Neonatal Intensive Care Unit (NICU), Instalasi Gawat Darurat (IGD), hingga kamar operasi.
Per 29 September 2026, tercatat terdapat 89 pasien rawat jalan dan 51 orang pasien rawat inap yang dirawat di 11 tenda darurat RSUD Aeramo.