Martha mengakui bahwa para tenaga medis dan pasien harus menghadapi kendala cuaca berupa angin kencang dan teriknya matahari yang sangat panas di musim kemarau.
βAwalnya sangat sulit untuk beradaptasi dari dalam gedung ke luar gedung. Tapi dengan bantuan berbagai macam pihak, dari Kemenkes, dari BNPB, dari daerah, semuanya sangat cepat, dari TNI-Polri, memberikan bantuan sehingga kami semua bisa memberikan pelayanan kepada pasien di dalam tenda,β kata Martha.
Ia menyoroti utamanya tenda operasi, ICU, ruang persalinan, ruang nifas dan pascapersalinan, yang membutuhkan kondisi steril, menjadi situasi yang sangat menantang saat tindakan medis harus berpindah ke tenda darurat.
βMemang kurang kondusif di sini pelayanan kami. Tempat tidurnya berkurang, sangat tidak nyaman dengan kondisi yang panas. Kita yang sehat saja susah, apalagi pasien yang post-operasi,β ujar Martha, sembari menunjukkan sekilas kondisi tenda operasi.