Ketika terjadi ledakan di SPPG Mojokerto Puri Medali, Edi selaku teknisi yang sedang melakukan perbaikan instalasi gas elpiji. Ia bersama 2 teknisi lainnya, yaitu Piter Nando (36), asal Porong, Sidoarjo dan Kwin Lan (48), warga Dusun Clangap, Desa Mlirip, Jetis, Mojokerto.

"Dia sebagai mitra, tidak ada kaitannya dengan SPPG. Sejauh ini, keluarga juga menyadari itu risiko teknisi. Posisi kebakaran itu kan memang yang bersangkutan sedang melaksanakan pekerjaannya," jelas Andi.

Pasca ledakan, Edi langsung dievakuasi ke RS Gatoel, Kota Mojokerto. Korban lantas dirujuk ke RSUD dr Soetomo, Surabaya karena luka bakar pada tubuhnya mencapai 90%. Namun, nyawa Edi tak bisa diselamatkan setelah 7 hari menjalani perawatan.

"Luka bakarnya sudah terlihat sejak penanganan awal di IGD. Sejak awal sudah ada tindakan gawat darurat," tandas Andi.