Sebelumnya, dilansir Reuters, Minggu (8/11), kantor berita Saba yang dikelola Houthi, melaporkan setidaknya 33 orang tewas dan 39 lainnya terluka dalam peristiwa itu pada hari Sabtu (7/11).

Ini menjadi salah satu serangan paling mematikan yang dilaporkan sejak pertempuran antara Arab Saudi dan kelompok yang berafiliasi dengan Iran tersebut kembali pecah pada bulan Juli.

Reuters tidak dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen. Pusat Komunikasi Internasional Arab Saudi menyatakan bahwa mereka sedang menyelidiki laporan tersebut.