Dalam Diana Memang Manja, kebebasan itu digunakan untuk merangkai kisah romansa dengan misteri dan pergulatan perasaan manusia.
SBY mengakui, sebagian perasaan yang pernah dialaminya setelah kehilangan Ani turut menjadi bahan dalam proses penulisan.
"Sebagian saya curahkan novel itu untuk mengekspresikan hati saya sekian tahun yang lalu. Tetapi sekarang saya lebih kuat. Saya sudah move on," ujarnya.
SBY menjelaskan dalam penulisan novel ini, imajinasi tetap ia bangun melalui riset dan pertimbangan yang cermat. Ia ingin cerita yang dihadirkan memiliki pijakan yang masuk akal, sekaligus memberi ruang bagi misteri dan keajaiban dalam kehidupan.
Proses kreatif itu juga terus berkembang selama penulisan. Dari alur yang telah disiapkan, muncul gagasan-gagasan baru yang memperkaya cerita dan memperdalam hubungan antar tokoh.