NADIKABAR.COM — Sekira 64 persen anak prasekolah di Sri Lanka menghabiskan lebih dari 30 menit per hari menggunakan ponsel, tablet, atau komputer, demikian diumumkan Sekretaris Kementerian Kesehatan Anil Jasinghe, Kamis.

Menurut Jasinghe angka tersebut melampaui batas screen time yang disarankan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni agar anak-anak usia dini menghabiskan waktu kurang dari 30 menit sehari di depan layar digital.

Sebuah survei yang dilakukan kementerian tersebut juga menemukan bahwa sekira 43 persen anak makan sambil menatap layar.

Jasinghe mengatakan survei tersebut juga menyoroti persoalan dalam pengasuhan, dengan sekira 56 persen orang tua atau pengasuh anak prasekolah mengaku marah kepada anak-anak.

Para ayah masih kurang terlibat dalam pengasuhan anak, dengan hanya sekitar 53 persen yang secara aktif terlibat dalam merawat anak-anak mereka, kata Jasinghe.

Kementerian Kesehatan Sri Lanka telah meluncurkan program promosi kesehatan dan pedoman untuk anak-anak prasekolah sebagai tanggapan atas temuan tersebut, kata Jasinghe.