NADIKABAR.COM — Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Barat mengubah metode pengangkutan lumpur sedimen hasil pengerukan kali secara bertahap sebagai upaya mencegah banjir.
Kasudin SDA Jakbar Mustajab mengatakan, sebelumnya, pengangkutan sedimen dilakukan simultan di beberapa titik pengerukan.
"Sekarang kita sudah ubah metodenya. Jadi pengangkutan itu kita lakukan dengan armada penuh di satu titik pengerukan, baru kemudian pindah ke titik lain," kata Mustajab saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.
Adapun pengangkutan dilakukan setelah satu segmen pengerukan selesai dilakukan.
"Jadi kita tidak akan membagi armada truk, karena tidak efektif lagi. Kita buang, nggak selesai juga. Nanti satu segmen misalnya kita angkut dengan 30 dump truck, itu sudah selesai baru pindah ke hilirnya atau ke hulunya yang belum kita lakukan pengerukan," ujar Mustajab.
Pengerukan kini berlangsung di 10 titik wilayah Jakarta Barat, antara lain, Kali Mookervaart, Kali Angke, Kali Grogol, Kali Semongol, Kali Sepak, dan Kali Citra.
Di Kali Grogol, pihaknya membagi pengerukan jadi dua segmen, yakni di kawasan Latumenten dan Kemanggisan.
"Pengerukan di Latumeten itu baru, kalau di Kali Grogol Kemanggisan itu sudah hampir tiga minggu ini kita turunkan. Kita sudah meminggirkan material lumpur, lalu diangkut 21 dump truck dalam satu hari. Jadi metodenya nanti seperti itu," katanya.