NADIKABAR.COM — Sekitar 100 orang di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mengikuti akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi yang digelar PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk bersama pengembang perumahan.
Akad massal ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pembangunan 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
"Kami mengapresiasi pelaksanaan akad massal ini, dan kegiatan ini tidak hanya mempermudah proses pembelian rumah, tetapi juga membantu menekan biaya yang harus dikeluarkan calon pemilik rumah," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam akad massal yang digelar di Pendopo Kabupaten Banyuwangi, Sabtu.
Tidak hanya memfasilitasi kemudahan pembelian rumah, lanjut dia, kegiatan itu juga memfasilitasi para pembeli bertemu dengan notaris dalam satu tempat.
Menurut Ipuk, untuk memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mendapatkan hunian baru, dan Pemkab Banyuwangi memiliki program di antaranya pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi MBR, serta kemudahan pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) khususnya untuk pembangunan perumahan subsidi.
Selain itu, lanjut dia, Banyuwangi tidak hanya berfokus pada pembangunan rumah baru, namun juga memprioritaskan peningkatan kualitas rumah yang sudah ditempati masyarakat, khususnya keluarga pra-sejahtera.
"Kami berharap kolaborasi bersama perbankan dan pengembang dapat terus diperluas, sehingga semakin banyak masyarakat Banyuwangi yang dapat memiliki rumah layak dengan cicilan yang terjangkau," tutur Bupati Ipuk.
Sementara itu, Wakil Kepala Wilayah Kantor BTN Wilayah Jatim Bali Nusra, Joyce Ivone Mandagi mengatakan Banyuwangi menjadi salah satu wilayah penting bagi penyaluran program KPR BTN di kawasan Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara.
Ia menyebutkan sejak membuka kantor cabang di Banyuwangi pada 2017, BTN mencatat telah menyalurkan pembiayaan KPR kepada 16.300 keluarga.
Joyce Ivone menyampaikan, khusus sepanjang 2026, BTN telah menyalurkan kredit KPR kepada sekitar 700 keluarga di Banyuwangi, dan jumlah tersebut menyumbang sekitar 60 persen dari total kredit perumahan yang disalurkan perbankan di wilayahnya.
"Akad massal ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi untuk memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat," katanya.