NADIKABAR.COM — Sebanyak 1.260 orang telah ditangkap di wilayah metropolitan Paris sejak dimulainya aksi protes pelajar di Prancis, dengan 86 persen di antaranya merupakan anak di bawah umur, menurut kepolisian Paris, Kamis (15/10).
Para pelajar masih terus memblokade sejumlah sekolah menengah dan universitas di berbagai wilayah Prancis, menurut laporan saluran penyiaran Prancis, BFMTV. Pemerintah pun menghadapi tekanan baru untuk menanggapi tuntutan mereka menjelang demonstrasi nasional yang dijadwalkan pada Sabtu.
Menteri Pendidikan Edouard Geffray menyatakan bahwa aksi protes masih berlangsung di sekitar 200 sekolah menengah di seluruh negeri.
Perdana Menteri Sebastien Lecornu mengatakan bahwa protes tersebut tidak lagi mencerminkan gerakan pelajar, melainkan telah berubah menjadi “gerakan kekerasan perkotaan”. Dia mengecam “seruan untuk melakukan kekerasan yang sungguh mengerikan” di sejumlah wilayah.
Lecornu mengatakan bahwa dewan regional akan dimintai pendapat mengenai persoalan yang berkaitan dengan gedung sekolah. Dia juga mengkritik insiden kekerasan yang terjadi pada akhir demonstrasi.
Geffray mengungkapkan bahwa pemerintah sedang meninjau keseluruhan proses penerimaan universitas melalui Parcoursup, platform pendaftaran pendidikan tinggi di Prancis.
Langkah-langkah kebijakan terkait hal itu diharapkan rampung pada akhir Oktober.