β€œSaatnya untuk mengambil keputusan sudah dekat, tetapi untuk saat ini kami masih terus mengupayakannya,” ujarnya saat mengunjungi sebuah sekolah menengah di Gradignan, Prancis barat daya.

Geffray juga mengatakan bahwa pemerintah telah menempatkan dua pertiga dari 3.000 guru pengganti yang dijanjikan ke berbagai sekolah. Dia menyebutkan bahwa jumlah sekolah menengah yang dikategorikan menghadapi kesulitan khusus telah berkurang dari 114 sekolah pada Kamis pekan lalu menjadi 47 sekolah pada Kamis ini.

Geffray berharap tidak ada lagi sekolah menengah yang berada di β€œzona merah” ketika kegiatan belajar-mengajar kembali dimulai setelah libur musim gugur.

Perwakilan pelajar dijadwalkan kembali bertemu dengan Geffray di Kementerian Pendidikan pada Kamis pukul 17.30 waktu setempat (22.30 WIB).

Dalam pertemuan sebelumnya pada 8 Oktober, organisasi pelajar Les Lyceens! dan Union syndicale lyceene menyerukan agar aksi protes dapat terus dilanjutkan.

Aksi protes juga meluas ke HEC Paris, sekolah bisnis di Jouy-en-Josas, Prancis barat. Para mahasiswa di sana berdemonstrasi untuk mendukung pelajar sekolah menengah, dalam aksi yang disebut sebagai pertama kalinya terjadi sejak gerakan tersebut dimulai.

Prefektur Lyon melarang demonstrasi pelajar yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis pagi dengan alasan risiko gangguan ketertiban umum lebih lanjut, kerusakan tempat usaha, serta kekerasan terhadap aparat keamanan, seperti yang terjadi dalam aksi-aksi sebelumnya.